Warga Tawun Gelar Ritual Tahunan Keduk Bedji

06 Desember 2012, 12:10:03 / Berita / Hits : 3171 / Posted by Administrator
Warga Tawun Gelar Ritual Tahunan Keduk Bedji

 

Masyarakat Desa Tawun, Kecamatan Kasreman-Ngawi mempunyai tradisi tahunan yang cukup unik. Warga Desa Tawun pada tanggal 27 Nov, menggelar acara "Keduk Beji" atau membersihkan sumber mata air Beji yang menjadi sumber air warga sekitar dan tempat wisata Tawun.

Upacara ini berawal dari warisan Eyang Ludro Joyo yang dulu pernah bertapa di Sumber Beji untuk mencari ketenangan dan kesejahteraan hidup. Setelah bertapa lama, tepat di hari Selasa Kliwon, jasad Eyang Ludro Joyo dipercaya hilang dan timbulah air sumber ini

Upacara ini berawal dari pengedukkan atau pembersihan kotoran di dalam sumber Beji. Terlihat seluruh peserta yang terdiri atas kalangan anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua tumpah ruah menceburkan diri ke kolam untuk mengambil sampah dan daun-daun yang mengotori kolam dalam setahun terakhir. Dalam proses ini, diwarnai mandi lumpur oleh para pemuda yang terjun ke air.

"Mandi lumpur ini dipercaya warga desa setempat untuk membersihkan badan kita. Selain itu, mandi lumpur dipercaya dapat awet muda dan sehat," jelas Mbah Wo yang merupakan keturunan ketiga dari Eyang Ludro Joyo.

Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan penyilepan dan penggantian kendi ke dalam pusat sumber di dalam gua. Dimana untuk masuk kegua tersebut juru silep harus menyelam dulu ke dalam sendang. Yang berhak menyelam dan mengganti kendi di sumber air adalah keturunan dari Eyang Ludro Joyo.

Setiap tahunnya, kendi di dalam sumber diganti melalui upacara ini. Hal ini dimaksudkan agar sumber air Beji tetap bersih. Kalau isi kendi tersebut adalah air badek (sejenis minuman lokal)," terangnya.

Upacara dilanjutkan dengan penyiraman air legen ke dalam sumber Beji, dan penyeberangan sesaji dari arah timur ke barat sumber. Sesaji tersebut berisi makanan khas Jawa seperti, jadah, jenang, rengginang, lempeng, tempe, yang ditambah buah pisang, kelapa, bunga, dan telur ayam kampung. Selama penyeberangan sesaji, para pemuda yang berada di sekitar sumber Beji berjoged dan melakukan ritual saling gepuk dengan diringi gending Jawa. Ritual ditutup dengan makan bersama Gunungan Lanang dan Gunungan Wadon yang telah disediakan bagi warga untuk “ngalap” (meraih) berkah. Warga saling berebut makanan yang dipercaya bisa mendatangkan berkah bagi kehidupannya kelak.

 

 

 


Berita Lainnya :

Tinggalkan Komentar Anda

Nama
URL
Komentar
Kode Verifikasi 110 + 3 = ?

Sosial Media

Facebook
Twitter

Link Terkait

Kabupaten Ngawi
Provinsi Jatim

Jajak Pendapat

Desain website ini menurut anda?

Statistik Pengunjung

Pengunjung Saat Ini 3
Total Hits 639178
Total Pengunjung 233180
IP Anda 3.227.3.146